Iklan ari



Iklan

Iklan

Sekedarnya Buat Gus Yaqut:Menteri Agama Republik Indonesia

Redaksi
24 Dec 2020, 23:42 WITA Last Updated 2020-12-24T15:45:30Z
Yaqut Cholil Quomas, Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (SM/ist).


Oleh : Suaeb Qury, Ketua PW GP Ansor NTB periode 2010-2015

OPINI : Selamat sahabat Gus Yaqut Cholil Quomas memegang mandat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Hanya dengan ucapan itulah rasa bangga dan terharu yang bisa kami sampaikan sebagai sahabat di PMII dan Ansor. Mengenal sosok Gus Yaqut, sejak berkiprah dan mengendalikan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, sejak terpilih sebagai Ketua Umum GP Ansor di Jogja sampai hari ini. Beliau Gus Yaqut adalah sosok yang bersahaja, bicara tertata dan penuh semangat. Sejak bersama sahabat Nusron Wahid, sama-sama membagun kaderisasi Ansor sampai melahirkan Ansorona dan Rijalul Ansor dan semua itu gagasan dan pemikiran beliau berdua, maka wajar Gus Yaqut dan NW ibarat pinang dibelah dua.


Beliau Gus Yaqu juga sebagai sahabat dan sekaligus teman seperjuangan mantan Ketum Ansor sebelumnya yakni H.Nusron Wahid yang pernah dipercakan oleh Presiden Jokowidodo sebagai Kepala BNP2TKI pada periode pertama pak Jokowidodo. Dua generasi GP Ansor yang dipercaya oleh Presiden Jokowidodo adalah simbol dan sekaligus memiliki karakter yang berbeda secara genetik dan satu sisi memiliki kesamaan dalam cara pandang dalam visi kebangsaan dan keIndonesiaan..

Beliau Gus Yaqut yang dilahirkan dari lingkungan para kiyai dan pesantren, sudah pasti memahami betul tentang nilai-nilai luhur keIslaman dan keIndonesiaan. Sebab tantangan kedepan sebagai Menteri Agama cukup kompleksitas, sebab mandat para santri yang sejak dikibarkannya hari santri, maka santri hari ini dan kedepan haruslah sama kedudukannya dan kualitas pelayanan pendidikan dengan pelajar di sekolah umum.

Begitu juga dengan menyoal peran dan pengandian pondok pesantren terhadap keberlangsungan generasi bangsa yang masih belum merata dalam pengalokasian anggarannya. Dan bila dbandingkan dengan anggaran dan alokasi dana pendidikan buat Madrasah Negeri dari MIN sampai MAN dan Perguruan Tinggi Negeri. Bisa jadi alokasi anggaran untuk pesantren jauh bumi dan langit dibandikan dengan alokasi anggaran bagi Madrasah dilingkungan Kementerian Agama.

Pada pidota pertama Gus Yaqut telah berkomitmen untuk mewakafkan dirinya untuk bangsa dan negeri ini. Dan pikiran saya dan atau sahabat-sahabat yang lain adalah sebuah kejernihan batin dan pikiran serta keyakinan bahwa berbuat yang terbaik untuk membagun tatanan beragama adalah sebuah kreatifitas untuk kedamain dan kerukunan. Bukan lagi menyoal sebuah kebenaran dan simbolisasi serta kekuatan mobilsasi. Tentu kedepan tugas Menteri Agama adalah menyelaraskan pesan-pesan keagamaan yang santun, damai dan berkemanusiaan dengan memberikan ruang yang sama bagi agama-agama yang diakui oleh Negara.

Tentu masih banyak lagi pekerjaan rumah yang harus ditata dengan penuh tanggung jawab yang akan dilakukan oleh seorang Gus Yakut, bukan lagi mengangkat dan memilih para pejabat di Kementerian Agama dari pusat sampai wilayah berdasarkan cita rasa dan pesanan. Memperbaiki birokrasi dilingkungan kementerian agama, memang butuh kepandain dan uji nyali yang ekstra hati-hati dan butuh waktu.
Dan biarkan waktulah yang akan menjawab, sebisa mungkin Gus Yaqut bisa melakukan reformasi birokrasi dilingkungan kementerian Agama.

Sekali lagi selamat mengabdi Gus Yaqut sebagai Menteri Agama Republik Indonesia Jiwa dan raga diberikan untuk Indonesia.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sekedarnya Buat Gus Yaqut:Menteri Agama Republik Indonesia

Terkini

Iklan

Close x